"Babak 1 ini, lawan X-10." ungkap salah satu peserta finalis. Final debat sore itu melibatkan 4 finalis dengan 2 uri dari guru MAN 3 Kediri, yakni X-4, X-10, XI-IPS4, XI-IPA5, dengan juri Bu Nurlaili Sa'adah dan Bu Rini Purwati. Masing-masing finalis diberikan waktu 15 menit untuk menyampaikan argumen, dalam format grup pro dan kontra.
Berikut adalah urutan adu debat sore itu:
- Sesi I : XI-IPS4 kontra X-10
- Sesi II : XI-IPA5 kontra X-4
- Sesi III: XI-IPA5 kontra X-10
- Sesi IV: XI-IPS4 kontra X-4
- Sesi V : X-10 kontra X-4
- Sesi VI: XI-IPS4 kontra XI-IPA5
Tensi tinggi sore itu menjadi mili XI-IPS4 kontra XI-IPA5. Pasalnya, kedua grup yang mendapat mosi "Mata Pelajaran di Indonesia Terlalu Banyak" itu, mengambil referensi dari luar. Salah satunya seperti sistem pendidikan di Finlandia yang jadi negara nomor wahid didunia dalam sistem pendidikan. Dari dalam negeri, mereka mengutip dari pernyataan paling tidak 10 rektor dari universitas ternama di Indonesia.
Sedang grup pro menanggapi bahwa banyaknya mata pelajran yang diajarkan disekolah merupakan salah satu cara agar siswa berpengetahuan luas, dan menemukan bakatnya yang tersembunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar